Senin, 18 Juni 2012

PENILAIAN KINERJA


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan adalah usaha yang disengaja untuk memungkinkan peserta didik mengalami perkembangan melalui proses belajar-mengajar. Melalui pendidikan diharapkan peserta didik mamapu mengembangkan potensi serta meningkatkan kompetensi yang dimilikinya yang meliputi tiga ranah, baik itu dari segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Sehingga diharapkan setelah melewati jenjang pendidikan, dihasilkannya output yang berkompensi dan memiliki karakter yang luhur. Untuk menghasilkan output yang berkompetensi dan berkarakter, maka kegiatan pembelajaran harus mempertimbangkan keseimbangan ketiga ranah tadi.
Untuk mengetahui apakah proses dan hasil dari kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan tujuan dan kriteria atau belum, maka guru atau pengajar perlu melakukan penilaian. Kegiatan penilaian perlu direncanakan sebelumnya, sehingga data-data atau informasi yang ingin diketahui guru dapat diperoleh. Sejalan dengan hal tersebut, Purwanto (1992: 3) berpendapat bahwa kegiatan penilaian atau evaluasi merupakan suatu proses yang sengaja direncanakan untuk memperoleh informasi atau data, dengan data tersebut kemudian dicoba membuat suatu keputusan. Informasi atau data yang yang dikumpulkan harus data yang sesuai dan mendukung tujuan evaluasi yang direncanakan.
Dengan melakukan penilaian guru akan mengetahui kemampuan masing-masing siswa. Sehingga guru bisa melakukan tindak lanjut yang berkaitan dengan strategi atau metode mengajar untuk membantu siswa memperbaiki kekurangannya dan meningkatkan potensinya.
Dalam melakukan penilaian, guru perlu menyusun alat untuk mengetahui kemampun siswa. Menurut Suwandi (2009: 26-27) alat penilaian ada yang berbentuk tes dan ada yang berbentuk nontes. Bentuk tes ada yang berbentuk verbal dan ada yang berbentuk nonverbal. Sedangkan penilaian berbentuk nontes digunakan untuk mengukur aspek afektif siswa. Hal ini berkaitan dengan minat dan sikap siswa terhadap suatu mata pelajaran. Dalam menyusun alat penilaian, guru perlu memperhatikan tiga hal yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan upaya tindak lanjut dari informasi atau data yang diperoleh.
Bentuk penilaian nontes terdiri dari berbagai macam cara, salah satunya adalah penilaian kinerja. Apakah penilaian kinerja itu? Bagaimana teknik penerapannya? Apa saja kelebihan dan kekurangannya? Makalah ini akan mengupas mengenai hal tersebut.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian penilaian kinerja?
2.      Bagaimana teknik penerapan penilaian kinerja?
3.      Bagaimana kelebihan dan kekurangan penggunaan teknik penilaian kinerja?

C.    Tujuan penulisan
1.      Bagaimana pengertian penilaian kinerja?
2.      Bagaimana teknik penerapan penilaian kinerja?
3.      Bagaimana kelebihan dan kekurangan penggunaan teknik penilaian kinerja.
BAB II
 PEMBAHASAN
A.    Pengertian Penilaian Kinerja
Penilaian kinerja adalah penilaian yang dilakukan guru untuk mengetahui kemampuan siswa dalam melakukan tindakan atau unjuk kerja. Menurut Thoha (1994: 63) “penilaian tindakan adalah tes di mana respon atau  jawaban yang dituntut dari peserta didik berupa tindakan, tingkah-laku kongkrit. Alat yang dapat digunakan untuk melakukan tes ini adalah observasi atau pengamatan terhadap tingkah-laku tersebut”.
Sejalan dengan pendapat di atas, Suwandi (2009:46) mengemukakan bahwa penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini sesuai untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik untuk melakukan tugas tertentu. Cara ini dianggap lebih otentik dari pada tes tertulis karena yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.
Dengan demikian penilaian kinerja adalah teknik penilaian yang yang digunakan guru untuk menilai kemampuan siswa dalam melaksanakan sesuatu ataupun instruksi-instruksi tertentu. Cara penilaian kinerja dianggap dapat merepresentasikan kemampuan peserta didik yang sebenarnya.

B.     Teknik Penilaian Kinerja
Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berupa daftar cek (check-list) dan skala penilaian (rating scale) (Suwandi, 2009: 47-48).
1.      Daftar Cek (Check-List)
Daftar cek adalah daftar yang berisi pernyataan mengenai sesuatu yang sedang diamati. Data-data yang diperoleh dari daftar cek digunakan sebagai pertimbangan untuk menilai keadaan individu atau siswa. Menurut Harahap (1979: 39) checklist merupakan suatu laporan berbentuk daftar pertanyaan yang ditujukan kepada keadaan seseorang, suatu prosedur, atau objek lainnya. Daftar itu digunakan dalam observasi atau penilaian untuk mencatat beberapa kali kejadian itu muncul atau tidak muncul. Catatan itu dilakukan dengan membubuhi tanda chek (X) di tempat yang sudah disediakan.
Sedangkan menurut Masidjo (1995: 65) daftar cek adalah sebuah daftar yang memuat sejumlah pernyataan singkat, tertulis tentang berbagai gejala, yang dimaksud sebagai penolong pencatatan ada tidaknya sesuatu gejala dengan cara member tanda cek (V) pada setiap pemunculan gejala yang dimaksud.
Daftar cek merupakan alat pengukur nontes yang memiliki kelebihan yaitu sangat supel mengecek kemampuan yang tampak dalam berbagai tingkah laku atau pernyataan hasil belajar dari berbagai mata pelajaran. Sedangkan kelemahannya adalah daftar cek sangat tergantung pada kejelasan pernyataan-pernyataan dalam daftar cek.
Contoh checklist
Format Penilaian Pidato
Nama peserta didik : _________                                 Kelas : _____
No
Aspek Yang dinilai
Baik
Tidak Baik
1.
Organisasi


2.
Isi (Kedalaman dan logika)


3.
Kelancaran


4.
Bahasa :



Lafal



Gramatikal



Kosakata


5.
Penampilan (kontak mata, ekspresi wajah, gestur)


Skor yang dicapai

Skor maksimum

Keterangan
Baik mendapat skor 1
Tidak baik mendapat skor 0

2.      Skala Penilaian (Rating scale)
Menurut Masidjo (1995: 66-67) skala penilaian adalah daftar yang memuat sejumlah pernyataan, gejala atau perilaku yang dijabarkan dalam bentuk skala atau kategori yang bermakna nilai dari yang terendah sampai trtinggi. Rentangan nilaianya dapat berbentuk huruf (A,B,C,D), angka (1 sampai dengan 10), atau suatu kategori (rendah, sedang, tinggi, dan sebagainya. Pengamat atau guru tinggal member tanda cek (V) dalam kolom rentangan nilai.
Kekuatan skala nilai adalah bahwa dalam waktu yang relatif singkat skala nilai dapat dengan mudah memberikan gambaran mutu penampilan perilaku yang sedang dilakukan individu atau kelompok. Dengan demikian keputusan tentang perilaku yang dinilai dapat diambil. Sedangkan kelemahannya adalah penilai sukar menilai keberadaan setiap aspek perilaku siswa terlepas dari keberadaan aspek-aspek lain. Kesan umum tentang berbagai aspek perilaku siswa akan mempengaruhi penilainya terhadap suatu apek perilaku, sehingga diperoleh hasil penialain yang kurang objektif. Kemudian kekurangan yang lain adalah penilai mendasarkan penilaiannya atas fakta-fakta yang terbatas jumlahnya dalam suatu skala nilai, sehingga hasil penilaian yang diperoleh kurang dapat menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari keseluruhan perilaku siswa (Masidjo, 1995: 70).


Contoh skala penilaian
Format Penilaian Pidato
Nama siswa : _______                                       Kelas : _____
No
Aspek yang Dinilai
Nilai
1
2
3
4
1.
Organisasi




2.
Isi (kedalaman dan logika)




3.
Kelancaran




4.
Bahasa :





Lafal





Gramatika





Kosakata




5.
Penampilan (kontak mata, ekspresi wajah, gestur)




Jumlah




Skor maksimum
28
Keterangan penilaian :
1= tidak kompeten                              3= kompeten  
2= cukup kompeten                            4= sangat kompeten
Kriteria penilaian dapat dilakukan sebagai berikut
1)      Jika seorang siswa mempeoleh skor 26-28 dapat ditetapkan sangat kompeten
2)      Jika seorang siswa mempeoleh skor 21-25 dapat ditetapkan kompeten
3)      Jika seorang siswa mempeoleh skor 16-20 dapat ditetapkan cukup kompeten
4)      Jika seorang siswa mempeoleh skor 0-15 dapat ditetapkan tidak kompeten

 Contoh lembar penilain pembacaan puisi
No
Nama
Aspek yang Dinilai
Pelafalan
Jeda
Penghayatan
Ekspresi
A
B
C
A
B
C
A
B
C
A
B
C
1.













2.













3.













Keterangan : A= amat baik, B= baik, C= cukup

C.    Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Kinerja
Penilain kinerja memiliki kelebihan dan kekurangan. Menurut Thoha (1994: 63) penilaian kinerja memiliki keunggulan, antara lain :
1.      Tepat untuk mengukur aspek psikomotor,
2.      Tepat untuk mengetahui sikap yang merefleksi dalam tingkah laku sehari-hari,
3.      Pendidik secara langsung dapat mengamati dengan jelas jawaban-jawaban sehingga lebih mudah dalam memberikan nilai.
Sedangkan kelemahannya antara lain :
1.      Membutuhkan waktu lama, terutama kalau pengamatannya dilakukan perindividu.
2.      Seringkali pendidik terpengaruh oleh gerakan yang tidak menjadi indikator utama dalam penilaian.
3.      Apabila perintah tidak jelas, maka tindakan yang muncul tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
BAB III
PENUTUP
A.      Kesimpulan
Penilaian kinerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian ini sesuai untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta didik untuk melakukan tugas tertentu. Cara ini dianggap lebih otentik dari pada tes tertulis karena yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. Untuk mengamati unjuk kerja peserta didik dapat menggunakan alat atau instrumen berupa daftar cek (check-list) dan skala penilaian (rating scale).
Daftar cek adalah sebuah daftar yang memuat sejumlah pernyataan singkat, tertulis tentang berbagai gejala, yang dimaksud sebagai penolong pencatatan ada tidaknya sesuatu gejala dengan cara member tanda cek (V) pada setiap pemunculan gejala yang dimaksud. Sedangkan skala penilaian adalah daftar yang memuat sejumlah pernyataan, gejala atau perilaku yang dijabarkan dalam bentuk skala atau kategori yang bermakna nilai dari yang terendah sampai trtinggi. Rentangan nilaianya dapat berbentuk huru), angka, atau suatu kategori, dan sebagainya. Pengamat atau guru tinggal member tanda cek (V) dalam kolom rentangan nilai.
DAFTAR PUSTAKA
Harahap, Nasrun dkk. 1979. Teknik Penilaian Hasil Belajar. Jakarta : Bulan Bintang.
Masidjo. 1995. Penilaian Pencapaian Hasil Belajar siswa di Sekolah. Yogyakarta : Kanisius.
Purwanto, Ngalim. 1992. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Suwandi, Sarwiji. 2009. Modul Penilaian Kelas dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Surakarta.
Thoha, Chabib. 1994. Teknik Evaluasi Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar